Aturan Baru Itu
Pada selasa, 16 Januari lalu, ada sebuah pernyataan dari Youtube bahwa mereka memperketat persyaratan kelayakan monetisasi.Sebelumnya jika sebuah akun telah melewati 10 ribu kali ditonton, Youtube segera melakukan review dan akan memberitahukan persetujuannya lewat email dalam seminggu.
Untuk ke depan, permohonan monetisasi hanya akan ditinjau jika talah melewati 4.000 jam waktu tayang dalam 12 bulan terakhir dan mendapat 1.000 subsriber.
Menurut mereka cara itu ditempuh agar bisa memilih mana saja konten yang layak mendapat iklan dan mana yang tidak. Aturan ini juga untuk mencegah upload video yang tidak pantas menurut Youtube namun justru mendapat iklan gara-gara ditonton banyak orang.
Sekitar 1 bulan lalu jumlah viewers sebuah akun telah melewati 10 ribu. Saat mengajukan diri sebagai mitra Youtube, dijawab oleh Youtube bahwa akan ada pemberitahuan pada akhir Januari. Namun ternyata keputusan untuk menyetujui atau menolak itu tak kunjung datang juga. Justru yang muncul adalah pemberitahuan bahwa mereka makin memperketat aturan untuk mendapatkan iklan. Di sejumlah forum, para creator Youtube menyatakan bahwa pengajuan monetisasi telah mereka lakukan sejak November, saat mereka telah melewati batas 10 ribu tayangan.
Manusia bukan Robot
Agar tidak kecolongan, Youtube akan melihat setiap video dari akun yang mengajukan diri untuk monetisasi yang diunggah secara manual. Artinya setiap video akan dilihat oleh manusia. Google, pemilik Youtube menyatakan akan mempekerjakan lebih dari 10 ribu orang untuk memeriksa video yang diunggah. Mereka akan bekerja mulai pertengahan Februari untuk video dari Amerika, dan akhir Maret untuk video dari luar Amerika.Bagi para creator Youtube, mereka dituntut bisa menghasilkan konten berkualitas yang family friendly. Akun dengan video yang mengandung kekerasan, cabul, dan konten tak pantas lainnya bakal sulit mendapat iklan. Kalau pun lolos, mungkin pasukan Youtube yang melakukan screening itu lagi capek. Ya, mereka kan manusia juga, bukan robot.***
No comments:
Post a Comment